A. RASIONAL
Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 2 Tugu diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal. Perkembangan optimal bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimiliki, melainkan sebagai suatu kondisi perkembangan yang memungkinkan peserta didik/konseli mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Dalam upaya memperoleh capaian pembelajaran dan capaian pembelajaran yang memiliki makna luas, Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran. Layanan Bimbingan dan Konseling membantu peserta didik mencapai tugas perkembangannya melalui Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling yang merupakan dokumen utama dalam rangka bagian dari pengembangan kurikulum satuan pendidikan. Melalui Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling diharapkan peserta didik mampu mengaktualisasikan dirinya dan mewujudkan kesejahteraan hidup (wellbeing), cerminan Profil Pelajar Pancasila, dan Penguatan Pendidikan Karakter pada peserta didik/konseli. Dimensi wellbeing (Ryff, 1989; 2011; 2014) mencakup: (1) penerimaan diri (penerimaan diri), (2) hubungan positif dengan orang lain (hubungan positif dengan orang lain), (3) otonomi (otonomi), (4) penguasaan lingkungan (penguasaan lingkungan), (5) tujuan hidup (tujuan hidup), dan (6) pertumbuhan pribadi (pertumbuhan pribadi). Adapun Profil Pelajar Pancasila terbangun utuh melalui enam dimensi pembentuknya yang mencakup: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) Mandiri; (3) Bergotong royong; (4) Berkebinekaan global; (5) Bernalar kritis; dan (6) Kreatif serta nilai-nilai utama penguatan karakter pendidikan yang mencakup: (1) religius, (2) nasionalisme, (3) kemandirian, (4) gotong royong, dan (5) integritas.
Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 2 Tugu dilaksanakan oleh guru Bimbingan dan Konseling/konselor dengan mengimplementasikan empat komponen program berupa layanan dasar, layanan responsif, layanan peminatan, dan perencanaan individu serta dukungan sistem melalui teknik bimbingan dan konseling dalam upaya membantu peserta didik/konseli mencapai perkembangan diri yang optimal, mandiri, sukses, sejahtera, dan bahagia dalam kehidupannya. Kolaborasi dan sinergisitas kerja antara guru Bimbingan dan Konseling/konselor, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah, staf administrasi, orang tua, dan pihak lain sangat diperlukan untuk membantu kelancaran proses dan pengembangan peserta didik/konseli secara utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir.
B. VISI DAN MISI
Visi dan Misi SMP Negeri 2 Tugu
Visi
”Unggul dalam Prestasi, Budaya dan Berwawasan Lingkungan Berdasarkan Iman dan Taqwa”
Misi
Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Tugu
Visi
Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
Misi
C. KOMPONEN PROGRAM
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individu, layanan responsif dan dukungan sistem
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan tersebut merupakan inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan seputar perencanaan dan eksplorasi karir, pengetahuan tentang diri dan orang lain, dan perkembangan belajar., dan kerjasama dengan orang tua peserta didik. Strategi yang digunakan pada kegiatan layanan dasar adalah bimbingan klasikal, kelompok bimbingan, kerjasama dengan guru mata pelajaran atau wali kelas, dan kerjasama dengan orang tua peserta didik
Layanan responsif adalah memberikan bantuan kepada peserta didik/konseli yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan dengan segera. Tujuan layanan ini antara lain memberikan; (a) layanan intervensi terhadap peserta didik/konseli yang mengalami krisis. Peserta didik/konseli yang telah membuat pilihan yang tidak bijaksana atau peserta didik/konseli yang membutuhkan bantuan penanganan dalam bidang kelemahan yang spesifik dan (b) layanan pencegahan bagi sepanjang didik/konseli yang berada di ambang pembuatan pilihan yang tidak bijaksana. Isi layanan responsif ini antara lain terkait dengan penanganan masalah belajar, pribadi, sosial, dan karir. Berkaitan dengan tujuan program bimbingan dan konseling di atas, isi layanan responsif adalah sebagai berikut, Masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar: kebiasaan belajar yang salah dan kesulitan penyusunan rencana pelajaran. Dalam hal-hal yang berkaitan dengan karir, misalnya, kecemasan karir, kesulitan dalam menentukan kegiatan karir, dan kesulitan menentukan kelanjutan studi. Masalah yang berkaitan dengan perkembangan sosial antara lain konflik dengan teman sebaya, tawuran, dan keterampilan interaksi sosial yang rendah. Masalah yang berkaitan dengan perkembangan pribadi antara lain konflik antara keinginan dan kemampuan yang dimiliki, dan memiliki pemahaman yang tidak jelas tentang potensi diri..
Layanan bantuan peminatan dan perencanaan individu merupakan proses pemberian kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasika rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan layanan utama ini adalah membantu peserta didik belajar memahami dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut. Pelayanan peminatan mulai dari penciptaan untuk menyenangi terhadap mata pelajaran kelompok peminatan dan bidang keahlian/ kejuruan, memiliki cita-cita pendidikan dan jenis pekerjaan, sinkronisasi antara cita-cita pendidikan dan jenis pekerjaan dengan mata pelajaran yang cenderung disenangi, dan pada awal semester 6 mampu membangun peminatannya. Layanan peminatan dan perencanaan individu pada jenjang SMP menginspirasi motivasi belajar dan aspirasi karir khususnya kemampuan merencana studi lebih lanjut.
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya teknologi informasi dan komunikasi), dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling/konselor secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik/konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik/ konseli dan mendukung efisiensi dan efisiensi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling.Komponen sistem dukungan program mendukung dan meningkatkan kualitas kinerja.
D. BIDANG LAYANAN
Melalui serangkaian layanan dan kegiatan, Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 2 Tugu tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada pengembangan potensi dan karakter peserta didik. Guru BK hadir sebagai pendamping yang siap membantu siswa dalam menghadapi tantangan dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Melalui empat bidang layanan tersebut, Guru BK SMP Negeri 2 Tugu berkomitmen menghadirkan layanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Program BK dilaksanakan secara kolaboratif bersama wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan lingkungan sekolah, agar setiap peserta didik memperoleh dukungan terbaik dalam proses tumbuh kembangnya.
Dengan layanan yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan peserta didik mampu berkembang secara pribadi, sosial, akademik, dan karir, serta menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.